Wow, Majalah Rolling Stone Dijual! Kok Bisa?

Rolling Stone, majalah musik dan budaya yang telah berusia 50 tahun ini, dinyatakan telah bersiap untuk dijual di tengah prospek yang semakin tidak menentu, kata pendirinya. Wah, kok bisa ya?

Jadi gais, Jann Wenner, pendiri Rolling Stone sejak tahun 1967, mengatakan pada New York Times bahwa masa depan majalah yang dijalankan sebagai bisnis penerbitan keluarga ini tampak sulit ke depannya.

Seperti yang kita tahu, Rolling Stone merupakan salah satu majalah paling berpengaruh yang juga mencakup musik rock. Akan tetapi, reputasi dan keuangan majalah ini mengalami masalah yang cukup berat setelah menarik kembali artikel mengenai dugaan pemerkosaan kelompok di Universitas Virginia, dengan ulasan yang menemukan bahwa Rolling Stone tidak menggunakan prosedur jurnalistik dasar yang benar untuk memverifikasi fakta-fakta tersebut.

Tahun lalu, Rolling Stone menjual sahamnya sebesar 49% pada sebuah start-up musik dan teknologi asal Singapura, BandLab Technologies, yang dipimpin oleh Kuok Meng Ru, keturunan dari keluarga terkaya di Asia.

Tahun ini, keluarga Wenner kembali menjual hak miliknya, majalah selebriti US Weekly dan majalah gaya hidup Men’s Journal, pada American Media, penerbit dari tabloid supermarket yang meliputi National Enquirer.

Jann Wenner sendiri, yang juga memiliki peranan penting di balik Rock and Roll Hall of Fame ini, berharap untuk dapat tetap memegang peranan editorial di Rolling Stone. Akan tetapi keputusan ini akan tergantung pada pemilik barunya.

Wah, kalau udah kayak gini, Dikidi cuma bisa berharap semoga hal ini memang yang terbaik untuk masa depan Rolling Stone, ya!

Daripada pusing mikirin dijualnya Rolling Stone, mending kamu dengerin deh remix lagu Perahu Kertas Maudy Ayunda versi Dikidi yang satu ini!

Facebook Comments
Likes(0)Dislikes(0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.