Apa Pendapat Mahasiswa UI Mengenai Aksi “Kartu Kuning untuk Jokowi”?

Nama Zaadit Taqwa, Ketua BEM UI 2018, saat ini tengah ramai diperbincangkan di media dikarenakan aksinya memberikan kartu kuning pada Presiden Jokowi dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia yang ke- 68 di depan Rektor UI Muhamad Anis, para dosen dan guru besar, hingga ribuan mahasiswa baru UI. Aksi simbolik membunyikan peluit dan pemberian kartu kuning yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo itu dimaksudkan untuk memberi peringatan Presiden karena masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia.

Adapun aksi kontroversial ini dimaksudkan untuk memberi peringatan pada Jokowi terkait 3 hal, kasus gizi buruk di Asmat, penunjukan Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan sebagai Plt Gubernur Jabar dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin sebagai Plt Gubernur Sumut yang diduga kembali memunculkan dwifungsi Polri/TNI, dan isu yang ketiga adalah Permendikti tentang Organisasi Mahasiswa yang dinilai mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

Berkaitan dengan hal tersebut, tanggapan pro dan kontra pun terus berdatangan, bahkan dari pihak mahasiswa UI sendiri. Beberapa tulisan mahasiswa UI yang di post di sosial media seperti Line telah mendapatkan ratusan bahkan ribuan Like dan Share, baik yang membela aksi tersebut, maupun yang secara terang-terangan menolaknya.

Sebagian besar tanggapan kontra dikarenakan beberapa alasan, yakni tidak tepatnya momen aksi yang dilaksanakan saat perayaan Dies Natalis UI yang seharusnya menjadi acara sakral, kurangnya kajian aksi, hingga aksi Zaadit yang dianggap memalukan dan tidak beretika.

Sebaliknya, tangggapan pro justru memberikan sudut pandang lainnya mengenai alasan dilakukannya aksi tersebut. Beberapa hal diantaranya adalah karena tidak adanya kejelasan dari pihak Presiden Jokowi untuk bersedia melakukan diskusi bersama BEM UI, kajian yang sudah direncanakan akan dibagikan oleh masing-masing Ketua BEM Fakultas, hingga diciduknya beberapa mahasiswa yang melakukan aksi kreatif di depan stasiun UI dengan cara freeze mob yang dilakukan dengan membawa berbagai spanduk dan atribut (yang kemudian diambil aparat setempat), peluit, serta memberikan kartu kuning yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai tiga isu tersebut.

Baca juga:Aksi Ketua BEM UI Berikan Kartu Kuning untuk Jokowi Jadi Kontroversi

Penasaran bagaimana tanggapan pro-kontra mahasiswa UI mengenai aksi Ketua BEM-nya ini?

Nih salah satu post viral yang mendukung aksi tersebut:

Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id
Sumber: Radit |empowear.id

Kalau ini salah satu post viral yang secara terang-terangan menolak aksi Zaadit nih guys:

Sumber: Agung. (Line)
Sumber: Agung. (Line)
Sumber: Agung. (Line)
Sumber: Agung. (Line)
Sumber: Agung. (Line)
Sumber: Agung. (Line)

Kamu juga bisa baca kajian aksi “Kartu Kuning Jokowi” yang dirilis oleh BEM UI di link ini:

Kajian Aksi “Kartu Kuning Jokowi” BEM UI 2018

Hmm, kalau menurut kamu sendiri gimana nih geng aksi Ketua BEM UI ini? Buat kamu yang mulai pusing, mending langsung dibawa happy aja dengan nonton video Dikidi yang satu ini, hehe.

Facebook Comments
Likes(0)Dislikes(0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.