7 Alasan Mengapa Kamu Selalu Merasa Lelah dan Cara Mengatasinya

Kurang tidur bukanlah satu-satunya hal yang membuatmu lelah. Beberapa hal kecil yang kamu lakukan (dan tidak kamu lakukan) dapat membuatmu lelah, baik secara mental maupun fisik, yang akan membuatmu menjalani hari dengan tidak bertenaga. Disini, para ahli menjelaskan kebiasaan umum yang dapat membuatmu lelah, disertai beberapa solusi untuk mengatasinya.

1. Kamu tidak meminum air yang cukup

Bila kamu sedikit saja dehidrasi —setidaknya kehilangan 2% dari kadar normal air dalam tubuh — hal ini menurunkan level energi, seperti kata Amy Goodson, RD, seorang dietisien untuk Texas Health Ben Hogan Sports Medicine. Dehidrasi menyebabkan penurunan volume darah, yang membuat darah lebih kental, jelas Goodson. Hal ini menyebabkan jantung memompa darah dengan kurang efisien, mengurangi kecepatan oksigen dan zat gizi untuk mencapai otot dan organ tubuh. Untuk menghitung jumlah kebutuhan cairan, ukur berat badanmu dalam pounds, bagi setengah hasilnya dan minum cairan sejumlah ounces tersebut setiap harinya, saran Goodson.

2. Kamu tidak mengonsumsi zat besi yang cukup

Defisiensi zat besi dapat membuatmu merasa lemah, lesu, mudah marah, dan tidak fokus. “Hal ini menyebabkanmu kelelahan karena jumlah oksigen yang tersebar ke otot dan sel akan lebih sedikit,” ucap Goodson. Tingkatkan asupan zat besimu untuk menurunkan risiko anemia: tambah frekuensimu memakan daging rendah lemak, tahu, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan tambah juga konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dalam jumlah besar (karena vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi saat dikonsumsi bersamaan), saran Goodson. Catatan: defisiensi zat besi dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, jadi apabila kamu mengalami gejala defisiensi zat besi, kamu harus menemui dokter.

3. Kamu adalah seseorang yang perfeksionis

Kamu mencoba melakukann semuanya dengan sempurna—walaupun nyatanya itu sangat tidak mungkin—membuat apa yang kamu kerjakan jauh lebih berat dan lama dari yang diperlukan, seperti kata Irene S. Levine, PhD, Profesor ilmu penyakit jiwa di New York University School of Medicine. “Kamu membuat tujuan yang sangat tidak realistik yang mana hal itu tidak mungkin atau sangat sulit untuk dicapai, dan pada akhirnya, tidak ada kepuasan diri yang kamu dapatkan“ Levine merekomendasikan untuk membuat batasan waktu untuk dirimu sendiri dalam menyelesaikan tugasmu, dan benar-benar menaatinya. Suatu saat, kamu akan menyadari bahwa waktu ekstra yang kamu gunakan tidak benar-benar membuat hasil kerjamu lebih baik.

4. Kamu melewati sarapan

Makanan yang kamu makan adalah “bahan bakar” bagi tubuhmu, dan ketika kamu tidur, tubuhmu tetap menggunakan apa yang kamu konsumsi saat makan malam sebelumnya untuk membuat darahmu tetap terpompa dan oksigen masih mengalir. Jadi, ketika kamu bangun di pagi hati, kamu harus mengisi kembali bahan bakar itu dengan sarapan. Jika kamu melewatinya, kamu akan merasa kelelahan. “Mengonsumsi sarapan itu seperti mulai menyalakan api dalam tubuhmu untuk menjalankan kembali metabolismemu (tidak berarti saat tidur metabolisme tidak bekerja, hanya saja itu tidak seperti saat kamu bangun)”. Goodson merekomendasikan untuk sarapan dengan gandum, protein tanpa lemak, dan lemak yang sehat.

5. Kamu sering mengonsumsi junk food

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat sederhana (seperti yang kamu temukan dari jendela drive-thru) memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi, yang merupakan indikator dari seberapa cepat karbohidrat dapat meningkatkan gula darah. Lonjakan gula darah yang konstan diikuti dengan penurunan yang tajam menyebabkan kelelahan sepanjang hari, jelas Goodson. Jaga gula darah agar tetap stabil dengan mengonsumsi protein tanpa lemak dan gandum pada setiap kali makan, katanya. Pilihan yang baik lainnya untuk menjadi solusi hal ini adalah konsumsi ayam (yang dibakar, tidak digoreng) dan nasi merah, salmon dan kentang, atau salad dengan ayam dan buah-buahan .

C

Orang-orang yang terlalu sering berusaha menyenangkan orang lain biasanya mengeluarkan energi yang lebih banyak. Selain itu, ini juga bisa membuatmu merasa kesal dan marah sepanjang waktu. Jadi, entah itu pelatih futsal anakmu yang meminta untuk dibuatkan kue untuk tim futsalnya atau boss mu yang bertanya apakah kamu bisa bekerja di hari Sabtu, kamu tidak harus berkata iya. Latih dirimu untuk bilang ‘tidak’ dengan lantang, seperti yang direkomendasikan okeh Susan Albers, psikolog klinis berlisensi dari Cleveland Clinic dan penulis di Eat.Q.: Unlock the Weight-Loss Power of Emotional Intelligence. “Coba hal ini sendiri di mobilmu,” katanya. “Mendengarkan dirimu sendiri mengeluarkan kata itu membuatmu lebih mudah untuk mengatakannya ketika ada kesempatan selanjutnya.”

7. Kamu terbiasa mengecek e-mail (atau sebenarnya hampir segala kegiatan yang kamu lakukan di handphone-mu) saat waktu tidur

Cahaya yang menyilaukan dari tablet, smartphone, atau layar komputermu dapat melenyapkan ritme sirkadian alami tubuhmu dengan menghambar melatonin, sebuah hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun, kata Dr. Towfigh. Sensitivitas pada cahaya digital dari berbagai mainan atau alat teknologi dapat bervariasi bagi orang yang satu dengan yang launnya, tetapi secara umum lebih baik untuk menghindari seluruh teknologi satu hingga dua jam sebelum waktu tidur, katanya. Tidak bisa menghindari mengecek peralatanmu sebelum kepalamu menyentuh bantal? Maka jauhkan itu setidaknya sekitar 14 inchi dari wajahmu untuk mengurangi risiko gangguan tidur.

Ada satu lagi nih guys tips dari Dikidi. Kalau lagi ngerasa lelah menjalani hari, mending nonton video Yazena makan sop duren campur rumput laut, deh. Dijamin langsung semangat lagi!

Facebook Comments
Likes(0)Dislikes(0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.